S – 102 /PJ/2017

Tinggalkan komentar

31 Maret 2017 oleh D.K

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
____________________________________________________________________

30Maret 2017

SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK

Nomor S- 102 /PJ/2017

Tentang

Penegasan atas Penerimaan Surat Pernyataan Harta yang

Mencantumkan Jenis Usaha/Pekerjaan

Bebas dalam Surat Pernyataan Harta Berbeda

dengan KLU yang Tercatat dalam Sistem Administrasi

Direktorat Jenderal Pajak

Yth.

  1. Para Kepala Kantor Wilayah DJP
  2. Para Kepala Kantor Pelayanan Pajak di Seluruh Indonesia

Dalam rangka memberikan keseragaman dalam penerimaan Surat Pernyataan Harta (SPH) yang disampaikan oleh Wajib Pajak dengan Peredaran Usaha Tertentu yang dikenakan tarif uang tebusan sebesar 0,5% (nol koma lima persen) atau 2% (dua persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak (Undang-Undang Pengampunan Pajak), dengan ini disampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Sesuai dengan Pasal 11 Peraturan Menteri Keuangan Nomor Nomor 118/PMK.03/2016 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 141/PMK.03/2016 (PMK-118/2016), Wajib Pajak yang peredaran usahanya sampai dengan Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) yang dikenakan tarif uang tebusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Pengampunan Pajak merupakan Wajib Pajak yang:
    a. memiliki peredaran usaha hanya bersumber dari penghasilan atas kegiatan usaha; dan
    b. tidak menerima penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan/atau pekerjaan bebas.
  2. Peredaran usaha sebagaimana dimaksud pada angka 1, ditentukan berdasarkan:
    a. surat pernyataan mengenai besaran peredaran usaha yang berisi pencatatan peredaran usaha Wajib Pajak mulai Januari sampai dengan Desember pada Tahun Pajak 2015, bagi Wajib Pajak yang belum memiliki kewajiban melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan; atau
    b. SPT PPh Terakhir bagi Wajib Pajak yang telah memiliki kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan.
  3. Dalam hal:
    a. KLU Wajib Pajak yang tercantum dalam Sistem Administrasi Direktorat Jenderal Pajak atau KLU yang tercantum dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak Terakhir tidak mencerminkan kegiatan usaha Wajib Pajak sebagaimana tercantum dalam SPH; dan
    b. tidak terdapat data dan atau informasi di dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak Terakhir yang menunjukkan bahwa Wajib Pajak menerima penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan/atau pekerjaan bebas, maka penyampaian SPH Wajib Pajak tetap dapat diterima sebagai Wajib Pajak dengan Peredaran Usaha Tertentu yang dikenakan tarif uang tebusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Pengampunan Pajak.
  4. Jenis kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang disampaikan oleh Wajib Pajak dalam SPH dapat digunakan oleh Direktur Jenderal Pajak untuk melakukan pemutakhiran data secara jabatan dan pengawasan kewajiban perpajakan Wajib Pajak setelah periode pengampunan pajak berakhir.

Demikian disampaikan untuk dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 30 Maret 2017
DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

ttd.

KEN DWIJUGIASTEADI

http://www.peraturanpajak.com

info@peraturanpajak.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Hubungi Kami :

Jika ada pertanyaan tentang peraturan pajak , silahkan :

Email ke :
omni@pemeriksaanpajak.com

Whatsapp : 0812 932 70074

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti peraturanpajak.,com dan menerima pemberitahuan tentang artikel baru di email anda.

Bergabunglah dengan 2.581 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: