SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE – 12/PJ.6/2001

Peraturan Pajak

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR SE – 12/PJ.6/2001

TENTANG

EVALUASI PENERIMAAN PBB DAN BPHTB TAHUN ANGGARAN 2001 SAMPAI DENGAN TRIWULAN I
(JANUARI S.D. MARET 2001)

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Berdasarkan Laporan Bulanan Penerimaan PBB dan BPHTB (KPL.KPPBB.6.2) yang dihimpun oleh Direktorat PBB dan BPHTB, penerimaan PBB dan BPHTB yang telah dicapai sampai dengan triwulan I tahun anggaran 2001 (Januari s.d. Maret 2001) secara nasional adalah sebesar Rp952.430.937 ribu atau 16,88% dari rencana penerimaan sebesar Rp5.641.800.000 ribu.

Perbandingan rencana dan realisasi penerimaan per sektor dapat dilihat pada tabel berikut :

(dalam ribuan rupiah)

NO SEKTOR TAHUN ANGGARAN
RENCANA PENERIMAAN
REALISASI S.D. MARET 2001 % (4 : 3)
1 2 3 4 5

1
2

3
4
5

6

Pedesaan
Perkotaan
SKB
Perkebunan
Perhutanan
Pertambangan
APBN
BPHTB
PBB dan BPHTB
366.897.356
1.615.500.000
1.982.397.356
208.736.855
150.285.373
2.124.880.416
4.466.300.000
1.175.500.000
5.641.800.000
13.053.279
60.120.383
73.173.662
26.598.283
35.724.435
502.240.355
637.736.735
314.694.202
952.430.937

3,56
3,72
3,69
12,74
23,77
23,64
14,28
26,77
16,88

  1. PENERIMAAN PBB
    1. Realisasi Penerimaan PBB sektor Pedesaan dan Perkotaan (SKB)
      Dari rencana penerimaan sebesar Rp 1.982.397.356 ribu, sampai dengan triwulan I (Januari s.d. Maret 2001) telah terealisasi sebesar Rp73.173.662 ribu atau 3,69%.
      Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan triwulan I tahun anggaran 2000 (April s.d. Juni 2000), sektor SKB secara absolut (nominal) mengalami penurunan sebesar Rp121.132.808 ribu atau 62,34% dan secara relatif (persentase)) mengalami penurunan sebesar 11,78%. Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan triwulan IV tahun anggaran 1999/2000 (Januari s.d. Maret 2000), sektor SKB secara absolut (nominal) mengalami penurunan sebesar Rp54.340.880 ribu atau 42,62% dan secara relatif (persentase) mengalami penurunan sebesar 6,55%.

    2. Realisasi Penerimaan PBB untuk semua sektor (APBN)
      Dari rencana penerimaan sebesar Rp4.466.300.000 ribu, sampai dengan triwulan I tahun anggaran 2001 (Januari s.d. Maret 2001) telah terealisasi sebesar Rp637.736.735 ribu atau 14,28%.
      Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan triwulan I tahun anggaran 2000 (April s.d. Juni 2000), secara absolut (nominal) mengalami penurunan sebesar Rp453.164.358 ribu atau 41,54% dan secara relatif (persentase) mengalami penurunan sebesar 25,67%. Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan triwulan IV tahun anggaran 1999/2000 (Januari s.d. Maret 2000), secara absolut (nominal) mengalami penurunan sebesar Rp200.993.927 ribu atau 23,96% dan secara relatif (persentase) mengalami penurunan sebesar 15,10%.

    3. Peringkat realisasi penerimaan PBB secara relatif (persentase)
      3.1.

      Urutan peringkat sektor Pedesaan dan Perkotaan (SKB)

      1. Per Kanwil DJP
        5 Peringkat tertinggi 5 Peringkat terendah
        Peringkat Kanwil % Peringkat Kanwil %

        1
        2
        3
        4
        5

        Kanwil XV Malirja
        Kanwil XI Kaltimsel
        Kanwil X Kalbarteng
        Kanwil VI Jaya Khusus
        Kanwil XIV Bali, NTB, NTT
        7,34
        5,55
        5,11
        4,15
        4,14
        13
        12
        11
        10
        9
        Kanwil XII Sulselra
        Kanwil VII Jabar
        Kanwil I Sumbagut
        Kanwil II Sumbangteng
        Kanwil VIII Jateng & DIY

        2,67
        3,19
        3,26
        3,51
        3,52

      2. Per KPPBB
        10 Peringkat tertinggi 10 Peringkat terendah
        Peringkat KPPBB % Peringkat KPPBB %

        1
        2
        3
        4
        5
        6
        7
        8
        9
        10

        Kuningan
        Ambon
        Kupang
        Sampit
        Balikpapan
        Jambi
        Langsa
        Gorontalo
        Palangkaraya
        Metro
        23,70
        17,22
        16,38
        12,30
        10,20
        8,54
        8,37
        7,37
        7,04
        6,91
        106
        105
        104
        103
        102
        101
        100
        99
        98
        97
        Jember
        Biak
        Pandeglang
        Pekalongan
        Serang
        Palopo
        Lhokesumawe
        Purwakarta
        Pamekasan
        Situbondo

        0,35
        0,44
        0,62
        0,93
        1,00
        1,14
        1,23
        1,26
        1,29
        1,30

      3. Per Daerah Propinsi
        5 Peringkat tertinggi 5 Peringkat terendah
        Peringkat Propinsi % Peringkat Propinsi %

        1
        2
        3
        4
        5

        Maluku
        Nusa Tenggara Timur
        Gorontalo
        Kalimantan Tengah
        Jambi
        17,22
        12,99
        7,37
        7,26
        6,44
        30
        29
        28
        27
        26
        Maluku Utara
        Sumatera Barat
        Bangka Belitung
        DI Yogyakarta
        Sulawesi Selatan

        1,67
        1,86
        1,90
        2,50
        2,59

      4. Per Daerah Kabupaten/Kota
        10 Peringkat tertinggi 10 Peringkat terendah
        Peringkat Kab/Kota % Peringkat Kab/Kota %

        1
        2
        3
        4
        5
        6
        7
        8
        9
        10

        Kab. Timur Tengah Selatan
        Kab. Kutai Timur
        Kab. Pasir
        Kab. Kuningan
        Kab. Bulungan
        Kab. Tapanuli Tengah
        Kab. Maluku Tengah
        Kab. Fak Fak
        Kab. Hulu Sungai Selatan
        Kab. Tj. Jabung Barat
        98,63
        62,58
        51,13
        44,07
        32,99
        31,34
        30,30
        27,32
        23,03
        21,05
        330
        329
        328
        327
        326
        325
        324
        323
        322
        321
        Kab. Tanggamus
        Kab. Takalar
        Kab. Muna
        Kab. Jember
        Kota Bontang
        Kab. Tapin
        Kab. Malinau
        Kab. Selayar
        Kab. Pemalang
        Kab. Pasaman

        0,01
        0,04
        0,07
        0,08
        0,10
        0,11
        0,13
        0,14
        0,15
        0,16

        *) Kab/Kota yang realisasi SKB-nya nihil tidak termasuk dalam perhitungan

      3.2.

      Urutan peringkat seluruh sektor (APBN)

      1. Per Kanwil DJP
        5 Peringkat tertinggi 5 Peringkat terendah
        Peringkat Kanwil % Peringkat Kanwil %

        1
        2
        3
        4
        5

        Kanwil XV Malirja
        Kanwil XI Kaltimsel
        Kanwil XIII Sulutteng
        Kanwil X Kalbarteng
        Kanwil II Sumbangteng
        33,96
        24,62
        24,17
        23,41
        21,92
        13
        12
        11
        10
        9
        Kanwil VI Jaya Khusus
        Kanwil VII Jabar
        Kanwil IX Jatim
        Kanwil VIII Jateng & DIY
        Kanwil XIV Bali,NTB,NTT

        4,79
        6,58
        7,74
        7,79
        12,24

      2. Per KPPBB
        10 Peringkat tertinggi 10 Peringkat terendah
        Peringkat KPPBB % Peringkat KPPBB %

        1
        2
        3
        4
        5
        6
        7
        8
        9
        10

        Sorong
        Tarakan
        Stabat
        Biak
        Ternate
        Sampit
        Jambi
        Banda Aceh
        Jayapura
        Luwuk
        44,06
        39,47
        36,18
        33,45
        31,15
        30,51
        29,49
        29,09
        28,61
        26,68
        106
        105
        104
        103
        102
        101
        100
        99
        98
        97
        Pandeglang
        Tasikmalaya
        Kediri
        Jakarta Pusat
        Bogor
        Jakarta Utara
        Bandung Dua
        Jakarta Selatan
        Medan
        Ngawi

        0,46
        2,16
        3,60
        3,93
        4,04
        4,24
        4,65
        4,65
        5,34
        5,37

      3. Per Daerah Propinsi
        5 Peringkat tertinggi 5 Peringkat terendah
        Peringkat Propinsi % Peringkat Propinsi %

        1
        2
        3
        4
        5

        Irian Jaya
        Maluku Utara
        Kalimantan Timur
        Jambi
        Sulawesi Utara
        37,92
        61,96
        28,50
        27,31
        24,71
        30
        29
        28
        27
        26
        DKI Jakarta
        DI Yogyakarta
        Maluku
        Banten
        Bali

        4,79
        5,45
        5,65
        5,91
        6,24

      4. Per Daerah Kabupaten/Kota
        10 Peringkat tertinggi 10 Peringkat terendah
        Peringkat Kab/Kota % Peringkat Kab/Kota %

        1
        2
        3
        4
        5
        6
        7
        8
        9
        10

        Kab. Mimika
        Kab. Malinau
        Kab. Paniai
        Kab. Bolaang Mongondow
        Kab. Muaro Jambi
        Kab. Sorong
        Kab. Manukwari
        Kab. Sabang
        Kab. Buol
        Kab. Bulungan
        76,93
        61,963
        56,33
        54,32
        51,86
        49,39
        44,56
        43,94
        43,87
        43,14
        339
        338
        337
        336
        335
        334
        333
        332
        331
        330
        Kab. Maluku Tenggara
        Kab. Pandeglang
        Kab. Lebak
        Kab. Ciamis
        Kota Madiun
        Kota Samarinda
        Kab. Pesisir Selatan
        Kab. Magetan
        Kab. Kediri
        Kab. Badung

        0,02
        0,28
        0,64
        0,80
        0,81
        0,88
        1,04
        1,70
        1,79
        2,24

        *) Kab/Kota yang realisasi SKB-nya nihil tidak termasuk dalam perhitungan

  2. PENERIMAAN BPHTB
    Dari rencana penerimaan sebesar Rp1.175.500.000 ribu, sampai dengan triwulan I tahun anggaran 2001 (Januari s.d. Maret 2001) telah terealisasi sebesar Rp314.694.202 ribu atau 26,77%. Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan triwulan I tahun anggaran 2000 (April s.d. Juni 2000), secara absolut (nominal) mengalami peningkatan sebesar Rp69.763.827 ribu atau 28,48% dan secara relatif (persentase) mengalami penurunan sebesar 8,22%. Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan triwulan IV tahun anggaran 1999/2000 (Januari s.d. Maret 2000),
    secara absolut (nominal) mengalami peningkatan sebesar Rp88.307.645 ribu atau 39,01% dan secara relatif (persentase) mengalami penurunan sebesar 20,81%.
    Peringkat realisasi penerimaan BPHTB secara relatif (persentase) tercantum pada tabel dibawah ini:

    1. Per Kanwil DJP
      5 Peringkat tertinggi 5 Peringkat terendah
      Peringkat Kanwil % Peringkat Kanwil %

      1
      2
      3
      4
      5

      Kanwil XI kaltimsel
      Kanwil XIII Sulutteng
      Kanwil VIII Jateng & DIY
      Kanwil I Sumbagut
      Kanwil VII Jabar
      45,15
      35,40
      35,04
      34,29
      33,75
      13
      12
      11
      10
      9
      Kanwil II Sumbangteng
      Kanwil X Kalbarteng
      Kanwil XV Malirja
      Kanwil VI Jaya Khusus
      Kanwil XII Sulselra

      10,09
      16,09
      17,72
      25,32
      27,62

    2. Per KPPBB
      10 Peringkat tertinggi 10 Peringkat terendah
      Peringkat KPPBB % Peringkat KPPBB %

      1
      2
      3
      4
      5
      6
      7
      8
      9
      10

      Padang Sidempuan
      Langsa
      Pati
      Pematang Siantar
      Temanggung
      Balikpapan
      Purwakarta
      Ngawi
      Palembang
      Tarakan
      588,15
      439,51
      216,48
      169,17
      155,50
      111,15
      108,66
      106,24
      83,75
      73,96
      106
      105
      104
      103
      102
      101
      100
      99
      98
      97
      Buntok
      Biak
      Muara Bungo
      Palangkaraya
      Singkawang
      Rengat
      Lahat
      Sintang
      Pangkal Pinang
      Pekanbaru

      0,07
      0,84
      1,18
      1,75
      3,34
      3,66
      3,67
      4,44
      4,86
      5,32

    3. Per Daerah Propinsi
      5 Peringkat tertinggi 5 Peringkat terendah
      Peringkat Propinsi % Peringkat Propinsi %

      1
      2
      3
      4
      5

      DI Aceh
      Kalimantan Timur
      Bengkulu
      Sumatera Selatan
      Sulawesi Tengah
      80,60
      61,13
      52,45
      50,69
      44,50
      30
      29
      28
      27
      26
      Bangka Belitung
      Kalimantan Tengah
      Riau
      Maluku
      Sulawesi Tenggara

      4,86
      4,89
      8,42
      10,99
      17,36

    4. Per Daerah Kabupaten/Kota
      10 Peringkat tertinggi 10 Peringkat terendah
      Peringkat Kab/Kota % Peringkat Kab/Kota %

      1
      2
      3
      4
      5
      6
      7
      8
      9
      10

      Kab. Tapanuli Selatan
      Kab. Wonosobo
      Kab. Musibanyuasin
      Kab. Simalungun
      Kab. Pati
      Kab. Aceh Timur
      Kab. Pangkep
      Kab. Alor
      Kab. Ogan Komering Ilir
      Kab. Pasir
      2.339,97
      890,12
      803,78
      618,77
      504,36
      481,20
      382,84
      337,24
      259,55
      178,84
      301
      300
      299
      298
      297
      296
      295
      294
      293
      292
      Kab. Rokan Ilir
      Kab. Barito Selatan
      Kab. Merangin
      Kab. Bengkalis
      Kab. Kapuas
      Kab. Lahat
      Kab. Swl/Sijunjung
      Kab. Bontang
      Kab. Indragiri Hulu
      Kab. Tanggamus

      0,04
      0,11
      0,23
      0,24
      0,25
      0,27
      0,30
      0,30
      0,37
      0,46

      *) Kab/Kota yang realisasi BPHTB-nya nihil tidak termasuk dalam perhitungan

  3. PENERIMAAN PBB DAN BPHTB
    Dari rencana penerimaan PBB dan BPHTB sebesar Rp5.641.800 ribu, sampai dengan triwulan I tahun anggaran 2001 (Januari s.d. Maret 2001) telah terealisasi sebesar Rp952.430.937 ribu atau 16,88%. Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan triwulan I tahun anggaran 2000 (April s.d. Juni 2000), secara absolut (nominal) mengalami penurunan sebesar Rp383.400.531 ribu atau 28,70% dan secara relatif (persentase) mengalami penurunan sebesar 22,06%.
    Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan triwulan IV tahun anggaran 1999/2000 (Januari s.d. Maret 2000), secara absolut (nominal) mengalami penurunan sebesar Rp112.686.282 ribu atau 10,58% dan secara relatif (persentase) mengalami penurunan sebesar 15,10%.
    Peringkat secara nasional penerimaan PBB dan BPHTB secara relatif (persentase) adalah sebagaimana pada tabel dibawah ini :

    1. Per Kanwil DJP
      5 Peringkat tertinggi 5 Peringkat terendah
      Peringkat Kanwil % Peringkat Kanwil %

      1
      2
      3
      4
      5

      Kanwil XV Malirja
      Kanwil XI Kaltimsel
      Kanwil XIII Sulutteng
      Kanwil X Kalbarteng
      Kanwil III Sumbangsel
      33,86
      25,90
      24,58
      22,25
      19,74
      13
      12
      11
      10
      9
      Kanwil VIII Jateng & DIY
      Kanwil IX Jatim
      Kanwil VII Jabar
      Kanwil VI Jaya Khusus
      Kanwil XIV Bali, NTB, NTT

      11,02
      11,80
      13,13
      13,50
      14,65

    2. Per KPPBB
      10 Peringkat tertinggi 10 Peringkat terendah
      Peringkat KPPBB % Peringkat KPPBB %

      1
      2
      3
      4
      5
      6
      7
      8
      9
      10

      Sorong
      Tarakan
      Biak
      Stabat
      Balikpapan
      Ternate
      Jambi
      Banda Aceh
      Jayapura
      Pontianak
      44,00
      39,73
      33,18
      32,65
      31,84
      31,12
      29,84
      29,05
      28,64
      28,01
      106
      105
      104
      103
      102
      101
      100
      99
      98
      97
      Pandeglang
      Tasikmalaya
      Kediri
      Ambon
      Jember
      Ngawi
      Madiun
      Ungaran
      Purwokerto
      Jakarta Pusat

      0,88
      4,79
      5,38
      5,75
      6,56
      7,19
      7,43
      7,49
      8,48
      8,72

    3. Per Daerah Propinsi
      5 Peringkat tertinggi 5 Peringkat terendah
      Peringkat Propinsi % Peringkat Propinsi %

      1
      2
      3
      4
      5

      Irian Jaya
      Maluku Utara
      Kalimantan Timur
      Jambi
      Sulawesi Utara
      37,84
      31,12
      30,10
      27,39
      25,19
      30
      29
      28
      27
      26
      Maluku
      Bangka Belitung
      Jawa Tengah
      DI Yogyakarta
      Jawa Timur

      5,75
      9,46
      10,97
      11,32
      11,80

    4. Per Daerah Kabupaten/Kota
      10 Peringkat tertinggi 10 Peringkat terendah
      Peringkat Kab/Kota % Peringkat Kab/Kota %

      1
      2
      3
      4
      5
      6
      7
      8
      9
      10

      Kab. Mimika
      Kab. Malinau
      Kab. Paniai
      Kab. Bolaang Mongondow
      Kab. Muaro Jambi
      Kab. Sorong
      Kab. Ketapang
      Kab. Manokwari
      Kota Sabang
      Kab. Buol
      76,53
      61,93
      56,25
      54,05
      51,59
      49,37
      47,92
      44,55
      43,84
      43,70
      339
      338
      337
      336
      335
      334
      333
      332
      331
      330
      Kab. Maluku Tenggara
      Kab. Lebak
      Kab. Pandeglang
      Kab. Pesisir Selatan
      Kab. Ciamis
      Kab. Magetan
      Kab. Kediri
      Kota Samarinda
      Kota Madiun
      Kab. Labuhan Batu

      0,07
      0,80
      0,95
      1,04
      1,82
      1,88
      2,51
      4,06
      4,16
      4,57

      *) Ada dua Kabupaten yang belum ada realisasi PBB dan BPHTB-nya yaitu Kab. Pulau Baru dan Kab. Maluku Tenggara Barat .
      Perbandingan realisasi penerimaan PBB dan BPHTB sampai dengan triwulan I tahun anggaran 2001 dengan realisasi penerimaan PBB dan BPHTB triwulan IV tahun anggaran 1999/2000 (Januari s.d. Maret 2000) dan realisasi penerimaan PBB dan BPHTB triwulan I tahun anggaran 2000 (April s.d. Juni 2000) per sektor adalah sebagaimana tercantum pada Lampiran I Surat Edaran ini.
      Dari hasil evaluasi tersebut di atas, secara umum realisasi penerimaan PBB sampai dengan triwulan I tahun anggaran 2001 belum memuaskan, terutama untuk sektor Pedesaan dan Perkotaan. Untuk realisasi penerimaan BPHTB secara umum cukup baik. Keadaan ini perlu diwaspadai oleh seluruh KPPBB dan Kanwil DJP u.p Bidang PBB dengan mengambil langkah dan upaya yang konkrit dan nyata serta sungguh-sungguh untuk mengamankan rencana penerimaan tahun anggaran 2001 yang cukup berat.

  4. IDENTIFIKASI PENYEBAB KEBERHASILAN/KETIDAKBERHASILAN PENCAPAIAN RENCANA PENERIMAAN
    1. Rendahnya realisasi penerimaan PBB khususnya sektor Pedesaan dan Perkotaan pada Triwulan I Tahun Anggaran 2001 kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa masalah antara lain :
      1. SPPT 2001 belum sepenuhnya diterima oleh Wajib Pajak, sehingga realisasi yang ada sebagian besar adalah realisasi tunggakan tahun-tahun sebelumnya;
      2. belum dilaksanakan Law Enforcement secara penuh, karena kurang sempurnanya data administrasi perpajakan, sulitnya mengidentifikasi objek sita dan terbatasnya jurusita yang berpengalaman;
    2. Realisasi penerimaan BPHTB yang cukup baik antara lain disebabkan cukup banyaknya diterbitkan hak baru (HGU dll), transaksi jual-beli, dan perluasan objek pajak karena waris/penggabungan/peleburan/pemekaran usaha, serta adanya penurunan NPOPTKP di beberapa Kabupaten/Kota.

  5. LANGKAH-LANGKAH YANG PERLU DILAKSANAKAN/PEMECAHAN
    1. Dalam rangka pengamanan penerimaan PBB tahun 2001 KPPBB agar melaksanakan upaya yang kongkret dengan sungguh-sungguh, antara lain :
      1. mempercepat penyampaian SPPT PBB tahun 2001 paling lambat akhir Mei 2001;
      2. meningkatkan kualitas pelayanan kepada Wajib Pajak melalui kegiatan penyuluhan, percepatan proses penyelesaian pelayanan terutama untuk pengurangan/keberatan/dan pembetulan;
      3. mengupayakan pengaktifan Tim Pencairan Tunggakan melalui kerjasama dengan Pemda;
      4. melaksanakan kegiatan penagihan aktif terutama terhadap penunggak potensial sesuai ketentuan yang berlaku;
      5. mengupayakan terselenggaranya kampanye masyarakat lunas PBB melalui media elektronik dan media cetak;
      6. membentuk tim monotoring evaluasi penerimaan per Kabupaten/Kota untuk memantau, mengawasi dan mengevaluasi secara rutin penerimaan PBB;
      7. meningkatkan kerjasama operasional terpadu Tim Intensifikasi PBB Tingkat kabupaten/Kota melalui Pekan Panutan Pelunasan PBB, Bulan Bhakti Pelunasan PBB, operasi sisir dari pintu ke pintu;
      8. memberikan himbauan kepada WP yang mempunyai ketetapan PBB besar;
      9. meningkatkan pengawasan dan pembinaan tertib administrasi kepada Tempat Pembayaran/Kepala Desa/Kolektor untuk menghindari salah setor dan pengendapan;
      10. jika memungkinkan menyediakan loket pembayaran PBB dan BPHTB di KPPBB.
    2. Dalam rangka pengamanan penerimaan BPHTB tahun 2001 KPPBB agar melaksanakan upaya yang konkret dengan sungguh-sungguh, antara lain :
      1. Meminimalkan SSB fiktif melalui penyuluhan kepada para Wajib Pajak dan meningkatkan kerjasama dengan pihak Bank dan para PPAT serta pejabat lain yang terkait;
      2. Menerbitkan STB/SKBKB/SKBKBT terhadap Wajib Pajak yang tidak/kurang bayar;
      3. melaksanakan kegiatan penagihan aktif terutama terhadap penunggak BPHTB potensial sesuai ketentuan yang berlaku;
      4. meningkatkan upaya pemantauan, pengawasan dan evaluasi secara rutin terhadap penerimaan BPHTB;
      5. mengawasi penerapan NPOPTKP oleh WP terhadap seluruh SSB;
      6. melakukan pencocokan NPOP dengan NJOP terhadap seluruh SSB.
  6. LAIN-LAIN
    Untuk mengamankan rencana penerimaan PBB dan BPHTB tahun anggaran 2001 agar setiap KPPBB mempedomani dan melaksanakan dengan sungguh-sungguh Rencana Kerja Operasional yang telah ditetapkan.

Demikian disampaikan untuk diperhatikan dan di tindaklanjuti.

A.n.DIREKTUR JENDERAL
Pjs. DIREKTUR PBB DAN BPHTB

ttd,

PETRONIUS SARAGIH

http://www.peraturanpajak.com
info@peraturanpajak.com
WA : 0812 932 70074
Iklan


Kategori:2001, PBB, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: