SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR S – 1103/PJ.51/2001

Peraturan Pajak

SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S – 1103/PJ.51/2001

TENTANG

PENJELASAN DAN KLARIFIKASI BERITA

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Sehubungan dengan surat Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Nomor S-1818/SJ.5/2001 tanggal 28 Agustus
2001, berkenaan dengan permohonan penjelasan sebagai bahan klarifikasi terhadap pemberitaan tentang
pengenaan PPN sebesar 10% terhadap impor kapas yang diduga dilatarbelakangi oleh kepanikan pemerintah
akibat membengkaknya defisit anggaran dan dinaikkannya tarif PPn BM terhadap apartemen menjadi 20%
karena adanya target setoran yang dibebankan kepada Kantor Pajak, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai
berikut :

1. Pada prinsipnya sesuai dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2001 tentang Pajak Pertambahan
Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang mulai berlaku sejak tanggal
1 Januari 2001 semua barang adalah Barang Kena Pajak yang dikenakan Pajak Pertambahan Nilai,
kecuali apabila barang tersebut ditetapkan sebagai barang yang tidak dikenakan Pajak Pertambahan
Nilai sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 144 Tahun 2000 atau yang
dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 146 Tahun 2000 dan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2001. Kapas yang
diimpor oleh siapapun dikenakan Pajak Pertambahan Nilai karena tidak termasuk Barang Kena Pajak
yang dikecualikan atau dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai.

2. Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 570/KMK.04/2000
yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2001, bahwa hunian mewah termasuk apartemen
dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif 20% tanpa adanya pembatasan harga
atau luas dari obyek yang bersangkutan. Dengan terbitnya Keputusan Menteri Keuangan Nomor
381/KMK.03/2001 yang efektif mulai berlaku sejak tanggal 1 Juli 2001, diberikan pembatasan untuk
hunian mewah yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, yaitu yang mempunyai luas 150
m2 atau lebih atau yang luas bangunannya Rp. 3 Juta/m2 atau lebih. Oleh karena itu obyek Pajak
Penjualan atas Barang Mewah atas hunian mewah sebenarnya hanya diberikan batasan adapun tarif
Pajak Penjualan atas Barang Mewah tidak berubah.

3. Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 644/KMK.04/1994 sebagaimana telah diubah
dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 274/KMK.04/1995, bahwa Apartemen, kondominium,
town house, dan sejenisnya dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif 10%. Adapun
ketentuan dimaksud mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 1995 sampai dengan tanggal 31 Desember
2000.

4. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, pengenaan Pajak Pertambahan Nilai atas kapas dan Pajak
Penjualan atas Barang Mewah atas hunian mewah, tidak diakibatkan oleh pembengkakan defisit
anggaran ataupun target setoran yang dibebankan kepada Kantor Pajak akan tetapi disebabkan
karena perubahan dasar-dasar pengenaan pajak yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan
yang berlaku tanggal 1 Januari 2001. Untuk itu mohon kiranya agar pemberitaan dimaksud dapat
diluruskan.

Demikian untuk menjadi maklum.

a.n. Direktur Jenderal Pajak
Direktur Pajak Pertambahan Nilai
Dan Pajak Tidak Langsung Lainnya.

ttd.

I Made Gde Erata
NIP. 060044249

Tembusan :
1. Direktur Jenderal Pajak.
2. Direktur Peraturan Perpajakan.
3. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat
Biro Hukum dan Humas Departemen Keuangan

http://www.peraturanpajak.com
info@peraturanpajak.com
WA : 0812 932 70074

Iklan


Kategori:2001, Lainnya, Surat Direktur Jendral Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: