SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR S – 491/PJ.311/2001

Peraturan Pajak

SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S – 491/PJ.311/2001

TENTANG

PENUNJUKKAN WAJIB PAJAK SEBAGAI PEMUNGUT PPh PASAL 22

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Sehubungan dengan surat Saudara Nomor Fin-Tax/028/Ext/AAL/VIII/2001 tanggal 24 Agustus 2001 perihal
sebagaimana pada pokok surat di atas, dengan ini diberikan penjelasan sebagai berikut:

1. Dalam surat tersebut dikemukakan bahwa berdasarkan surat nomor: KEP-14/WPJ.06/KP.04/2001
tanggal 1 Agustus 2001 PT. Astra Agro Lestari Tbk (PT. AAL Tbk) ditunjuk sebagai Pemungut Pajak
PPh Pasal 22 atas pembelian bahan-bahan untuk keperluan industri atau ekspor dari pedagang
pengumpul sebesar 1,5% (satu koma lima persen) dari harga pembelian. Atas penunjukkan
tersebut Saudara minta penegasan sebagai berikut :
a. Pembelian atas bahan-bahan apa yang harus dipungut PPh Pasal 22? Apakah Tandan Buah
Segar, pupuk, bibit, CPO, alat tulis kantor, alat-alat berat merupakan objek PPh Pasal 22
b. Kepada siapa pungutan PPh Pasal 22 dikenakan
c. Definisi pedagang pengumpul
d. Prosedur pelaporan dan formulir yang digunakan
e. Prosedur penyetoran dan formulir yang digunakan

2. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 254/KMK.03/2001 tanggal 30 April 2001 tentang
Penunjukan Pemungut Pajak Penghasilan Pasal 22, Sifat dan Besarnya Pungutan Serta Tata Cara
Penyetoran dan Pelaporannya sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor
392/KMK.03/2001 tanggal 4 Juli 2001 dan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-523/PJ/2001
tanggal 18 Juli 2001 tentang Tarif dan Tata Cara Pemungutan, Penyetoran Serta Pelaporan Pajak
Penghasilan Pasal 22 Oleh lndustri dan Eksportir Yang Bergerak Dalam Sektor Perhutanan,
Perkebunan, Pertanian, Dan Perikanan, Atas Pembelian Bahan-Bahan Untuk Keperluan Industri Atau
Ekspor Mereka Dari Pedagang Pengumpul, antara lain diatur sebagai berikut:
a. Badan usaha industri dan eksportir yang bergerak dalam sektor perhutanan, perkebunan,
pertanian, dan perikanan ditunjuk sebagai Pemungut PPh Pasal 22 atas pembelian bahan-
bahan untuk keperluan industri atau ekspor mereka dari pedagang pengumpul.
b. Besarnya PPh Pasal 22 yang wajib dipungut atas pembelian bahan-bahan untuk keperluan
industri atau ekspor oleh pemungut sebesar 1,5% (satu koma lima persen) dari harga
pembelian.
c. PPh Pasal 22 atas pembelian bahan-bahan untuk keperluan industri atau ekspor terutang dan
dipungut pada saat pembelian.
d. Badan usaha industri dan eksportir selaku Pemungut Pajak wajib menerbitkan Bukti
Pemungutan PPh Pasal 22 dalam rangkap 3 (tiga) yaitu:
1) lembar pertama : untuk penjual
2) lembar kedua : untuk disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pajak
(dilampirkan pada SPT Masa PPh Pasal 22)
3) lembar ketiga : sebagai arsip pemungut pajak yang bersangkutan Bukti
pemungutan PPh Pasal 22 yang digunakan adalah sesuai
dengan bentuk formulir F.1.1.33.04 sebagaimana dimaksud
dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor
KEP-108/PJ.1/1996 tentang Bentuk Formulir Pemotongan/
Pemungutan Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor
KEP-506/PJ/2001 tanggal 11 JuIi 2001.
e. Pemungutan PPh Pasal 22 tersebut harus disetor oleh pemungut atas nama Wajib Pajak dan
dilakukan secara kolektif dengan menggunakan formulir Surat Setoran Pajak (SSP) dan wajib
disetorkan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan takwim berikutnya ke Bank Persepsi atau
Kantor Pos dan Giro.
f. Pemungut PPh Pasal 22 wajib menyampaikan laporan mengenai PPh Pasal 22 yang telah
dipungut dan telah disetor setiap bulan kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di tempat
kedudukan Pemungut Pajak, paling lambat 20 (dua puluh) hari setelah Masa Pajak berakhir
dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Masa PPh Pasal 22 yang dilampiri Bukti
Pemungutan PPh Pasal 22 dan lembar ketiga SSP.

3. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut di atas, dapat diberikan penegasan sebagai berikut:
a. PT. AAL Tbk wajib memungut PPh Pasal 22 atas pembelian bahan-bahan yang dipergunakan
untuk keperluan industri atau eskpor perusahaannya dari pedagang pengumpul. Pengertian
“bahan-bahan” sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Keuangan tersebut adalah
bahan-bahan yang berasal dari hasil perkebunan, pertanian, perikanan dan perhutanan yang
dipergunakan untuk keperluan industri atau ekspor perusahaan. Dengan demikian, CPO,
pupuk, alat tulis kantor dan alat-alat berat tidak termasuk sebagai barang yang dipungut PPh
Pasal 22 menurut Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-523/PJ/2001 tersebut,
sedangkan bibit dan tandan buah segar wajib dipungut PPh Pasal 22.
b. PPh Pasal 22 sebagaimana dimaksud dalam butir 2b dikenakan kepada pedagang pengumpul.
Yang dimaksud dengan “pedagang pengumpul” dalam hal ini adalah badan dan orang pribadi
yang kegiatan usahanya mengumpulkan hasil perkebunan, pertanian, perikanan dan
kehutanan dan menjual hasil-hasil tersebut kepada badan usaha industri dan eksportir.
c. PT. AAL Tbk wajib menyetorkan PPh Pasal 22 yang dipungut paling lambat tanggal 10
(sepuluh) bulan takwim berikutnya, yang dilakukan secara kolektif dengan menggunakan SSP
ke bank persepsi atau kantor pos dan giro.
d. PT. AAL Tbk wajib menyampaikan laporan mengenai PPh Pasal 22 yang telah dipungut dan
telah disetor setiap bulan kepada KPP di tempat kedudukan PT. AAL Tbk terdaftar paling
lambat 20 (dua puluh) hari setelah masa pajak berakhir dengan menggunakan SPT Masa PPh
Pasal 22 yang dilampiri dengan Bukti Pemungutan PPh Pasal 22 dan lembar ketiga SSP.
Adapun SPT Masa yang digunakan adalah sesuai dengan bentuk formulir F.1.1.32.02
sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-506/PJ/2001.

Demikian untuk dimaklumi.

A.n Direktur Jenderal,
Direktur,

ttd.

IGN Wayun Winangun
NIP 060041978

Tembusan:
1. Direktur Jenderal Pajak
2. Direktur Pajak Penghasilan

http://www.peraturanpajak.com
info@peraturanpajak.com
WA : 0812 932 70074

Iklan


Kategori:2001, PPh, Surat Direktur Jendral Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: