SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR S – 205/PJ.32/1996

Peraturan Pajak

SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S – 205/PJ.32/1996

TENTANG

PERMOHONAN PENJELASAN TENTANG FAKTUR PAJAK YANG TIDAK LENGKAP

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

 

Sehubungan dengan surat Saudara Nomor XXX tanggal 14 Oktober 1996 perihal tersebut di atas, dengan ini
disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa sehubungan dengan masalah tidak dicantumkannya
“jabatan” dari penandatanganan pada Faktur Pajak yang Saudara buat, Saudara mohon penjelasan
mengenai pengertian Faktur Pajak yang tidak lengkap.

2. Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 13 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang PPN
Barang dan Jasa dan PPn BM sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun
1994 beserta penjelasannya jo. Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-53/PJ./1994
tanggal 29 Desember 1994, disebutkan bahwa Pengusaha Kena Pajak wajib membuat Faktur Pajak
untuk setiap penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan untuk setiap penyerahan Jasa Kena Pajak
(JKP).

Selanjutnya, dalam Pasal 13 ayat (5) disebutkan bahwa dalam Faktur Pajak harus dicantumkan
keterangan tentang penyerahan BKP atau penyerahan JKP yang meliputi :
a. Nama, alamat, NPWP, serta nomor dan tanggal pengukuhan PKP yang menyerahkan BKP
atau JKP;
b. Nama, alamat, dan NPWP pembeli BKP atau penerima JKP;
c. Macam, jenis, kuantum, harga satuan, jumlah Harga Jual atau Penggantian, dan potongan
harga;
d. Pajak Pertambahan Nilai yang dipungut;
e. Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang dipungut;
f. Tanggal penyerahan atau tanggal pembayaran;
g. Nomor dan tanggal pembuatan Faktur Pajak;
h. Nama, jabatan, dan tanda tangan yang berhak menandatangani Faktur Pajak.

3. Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 9 ayat (8) huruf f Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang
PPN Barang dan Jasa dan PPn BM sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11
Tahun 1994, dinyatakan bahwa atas perolehan BKP atau JKP yang Faktur Pajaknya tidak diisi secara
lengkap, jelas, benar, dan ditandatangani oleh Pejabat yang ditunjuk oleh Pengusaha Kena Pajak
(PKP) untuk menandatanganinya sebagaimana dimaksud dalam butir 2 di atas, Pajak Masukannya
tidak dapat dikreditkan.

4. Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 14 ayat (1) huruf e dan ayat (4) Undang-undang Nomor 6
Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan
Undang-undang Nomor 9 Tahun 1994 dinyatakan bahwa terhadap Pengusaha yang tidak dikukuhkan
sebagai PKP tetapi membuat Faktur Pajak atau Pengusaha yang telah dikukuhkan sebagai PKP tetapi
tidak membuat atau tidak mengisi selengkapnya Faktur Pajak, dikenakan sanksi administrasi berupa
denda sebesar 2% (dua persen) dari Dasar Pengenaan Pajak.

5. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas, dapat ditegaskan bahwa pengertian Faktur Pajak yang
lengkap adalah Faktur Pajak yang diisi secara lengkap sesuai ketentuan perundang-undangan
perpajakan yang berlaku sebagaimana dimaksud dalam butir 2 di atas.

Dalam hal Faktur Pajak tidak diisi secara lengkap, maka kepada PKP yang menerbitkan Faktur Pajak
dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 2% (dua persen) dari Dasar Pengenaan Pajak.
Sedangkan bagi pihak Pembeli, PPN (Pajak Masukan) yang tercantum dalam Faktur Pajak yang tidak
diisi secara lengkap tidak dapat dikreditkan.

Demikian untuk dimaklumi.

A.n. DIREKTUR JENDERAL PAJAK
Pjs. DIREKTUR PERATURAN PERPAJAKAN,

ttd

Drs. MOCH. SOEBAKIR

http://www.peraturanpajak.com
info@peraturanpajak.com
WA : 0812 932 70074

Iklan


Kategori:1996, Lainnya, Surat Direktur Jendral Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: