SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR S – 220/PJ.321/1997

Peraturan Pajak

SURAT DIREKTUR JENDERAL PAJAK
NOMOR S – 220/PJ.321/1997

TENTANG

PERLAKUAN PPN ATAS SECURITY DEPOSIT, TELEPHONE DEPOSIT DAN PEMASANGAN IDD LINE

DIREKTUR JENDERAL PAJAK,

Sehubungan dengan surat Saudara tanggal 30 September 1997 yang disusul dengan surat tertanggal
8 Oktober 1997 perihal sebagaimana tersebut di atas, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Dalam surat Saudara tersebut di atas dijelaskan :
a. Perusahaan Saudara bergerak dalam bidang persewaan ruangan perkantoran. Para penyewa
diwajibkan membayar :
– Security Deposit sebagai jaminan keamanan pembayaran sewa. Apabila penyewa
berhenti menyewa gedung tanpa meninggalkan hutang sewa, maka security Deposit
dikembalikan seluruhnya. Sedang bila penyewa berhenti menyewa dengan
meninggalkan hutang sewa, maka hutang sewa dikompensasi dengan Security
Deposit dan apabila ada sisanya, dikembalikan kepada penyewa.

– Telephone Deposit sebagai jaminan pembayaran pulsa telepon yang telah digunakan
oleh penyewa. Bila penyewa berhenti menyewa gedung, maka pemakaian pulsa
telepon akan diambil dari Telephone Deposit. Seandainya masih ada sisa, maka
kelebihan Telephone Deposit akan dikembalikan kepada penyewa.

– Apabila penyewa ingin menggunakan Saluran Langsung Internasional, pelanggan
tersebut akan dikenakan biaya tambahan oleh PT Telkom yang untuk sementara akan
ditanggung oleh PT XYZ yang nantinya akan ditagihkan kepada penyewa.

b. Saudara menanyakan perlakuan PPN atas Security Deposit, Telephone Deposit dan
pemasangan IDD Line serta menanyakan apakah invoice kepada penyewa disertai dengan
PPN atau tidak.

2. Sesuai dengan Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 tentang PPN Barang dan Jasa dan PPn BM
sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1994, dinyatakan PPN dikenakan
antara lain atas penyerahan Jasa Kena Pajak yang dilakukan di dalam Daerah Pabean oleh
Pengusaha.

3. Berdasarkan uraian tersebut di atas, bersama ini disampaikan penegasan sebagai berikut :
a. Security Deposit dan Telephone Deposit sifatnya baru sebagai jaminan pembayaran uang
sewa dan biaya telepon yang baru akan diperhitungkan sebagai pengganti uang sewa dan
biaya telepon apabila penyewa berhenti menyewa dengan meninggalkan tunggakan uang
sewa atau tunggakan biaya telepon. Dengan demikian saat menerima Security Deposit dan
Telephone Deposit belum terjadi penyerahan Jasa Kena Pajak, oleh karena itu atas
pembayaran Security Deposit dan Telephone Deposit tidak terutang PPN. PPN baru terutang
apabila Security Deposit dan/atau Telephone Deposit akhirnya diperhitungkan sebagai
pengganti pembayaran uang sewa atau pembayaran biaya telepon.

b. Penggantian biaya pemasangan Saluran Langsung Internasional oleh para penyewa
(reimbursement) kepada PT XYZ tidak terutang PPN sepanjang tagihan dari PT Telkom
tersebut langsung kepada penyewa dan tidak terdapat nilai tambah berupa biaya administrasi,
atau sejenisnya. Apabila terdapat nilai tambah, maka atas biaya tersebut terutang PPN.

Demikian untuk dimaklumi.

DIREKTUR

ttd

Drs. DJONIFAR AF, MA

www.peraturanpajak.com

info@peraturanpajak.com

WA : 0812 932 70074



Kategori:1997, PPN, Surat Direktur Jendral Pajak

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: