KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 422/KMK.04/1994

Peraturan Pajak
KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 422/KMK.04/1994

TENTANG

FAKTOR PENYESUAIAN UNTUK PENGHITUNGAN PENGHASILAN
DARI PENJUALAN ATAU PENGALIHAN HARTA TAHUN 1994

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

  1. bahwa untuk keperluan penghitungan penghasilan dari penjualan atau pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan milik orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri, yang tidak dipergunakan dalam perusahaan, pekerjaan bebas atau tidak dipergunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan dan yang telah dimiliki sebelum Tahun 1994 perlu ditetapkan faktor penyesuaian Tahun 1994.
  2. bahwa berdasarkan hal tersebut hal tersebut di atas, dipandang perlu mengatur besarnya Faktor Penyesuaian Tahun 1994 dengan Keputusan Menteri Keuangan.

Mengingat :

  1. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1991 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1991 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3463);
  2. Pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1985 tentang Pelaksanaan Undang-undang Pajak Penghasilan 1984 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1991 Nomor 63, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3309).

MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG FAKTOR PENYESUAIAN UNTUK PENGHITUNGAN PENGHASILAN DARI PENJUALAN ATAU PENGALIHAN HARTA TAHUN 1994.

Pasal 1

Faktor Penyesuaian Tahun 1994 adalah angka perkalian terhadap harga atau nilai perolehan harta berupa tanah dan/atau bangunan milik orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri yang tidak dipergunakan dalam perusahaan, pekerjaan bebas, atau yang tidak dipergunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang telah dimiliki sebelum Tahun 1994 untuk menghitung besarnya nilai perolehan pada saat terjadinya transaksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf b Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1985 untuk keperluan penghitungan Pajak Penghasilan Tahun 1994 atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari penjualan atau pengalihan harta yang bersangkutan.

Pasal 2

(1)

Faktor Penyesuaian Tahun 1994 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ditetapkan sebesar :

  1. 1,097 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1993;
  2. 1,151 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1992;
  3. 1,261 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1991;
  4. 1,381 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1990;
  5. 1,464 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1989;
  6. 1,551 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1988;
  7. 1,655 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1987;
  8. 1,771 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1986;
  9. 1,828 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1985;
  10. 1,887 terhadap harga atau nilai perolehan dari harta berupa tanah dan/atau bangunan yang dijual atau dialihkan apabila harta tersebut baru dimiliki dalam tahun 1984 dan sebelumnya.
(2)

Nilai perolehan harta pada tahun 1984 dari harta yang telah dimiliki pada tahun 1984 dan sebelumnya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf j diperoleh dengan menerapkan faktor penyesuaian sebagai berikut :

Tahun Perolehan Faktor Penyesuaian
Sampai dengan tahun 1970
tahun 1970
tahun 1971
tahun 1972
tahun 1973
tahun 1974
tahun 1975
tahun 1976
tahun 1977
tahun 1978
tahun 1979
tahun 1980
tahun 1981
tahun 1982
tahun 1983
tahun 1984
6,37
6,37
5,92
5,87
4,86
3,30
2,75
2,29
2,04
1,86
1,66
1,39
1,20
1,10
1,05
1,00

Pasal 3

Apabila Wajib Pajak yang bersangkutan dalam SPT Pajak Kekayaan tahun 1983 menilai harta yang dijual/dialihkan tersebut per 1 Januari 1983 lebih tinggi dari pada nilai perolehan yang dihitung berdasarkan faktor penyesuaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, maka nilai perolehan harta tahun 1983 tersebut untuk penghitungan PPh, adalah nilai harta yang dilaporkan dalam SPT Pajak Kekayaan 1983.

Pasal 4

Keputusan ini berlaku untuk tahun pajak 1994.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 19 Agustus 1994
MENTERI KEUANGAN

ttd

MAR’IE MUHAMMAD

PENJELASAN
ATAS

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 422/KMK.04/1994

TENTANG
FAKTOR PENYESUAIAN UNTUK PENGHITUNGAN PENGHASILAN DARI PENJUALAN ATAU PENGALIHAN HARTA TAHUN 1994

UMUM

Dasar penghitungan Pajak Penghasilan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dari penjualan atau pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan milik orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri yang tidak dipergunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan, adalah selisih antara harga penjualan atau nilai pengalihan dengan nilai perolehan harta tersebut pada saat terjadinya transaksi.

Untuk memperoleh nilai perolehan pada saat penjualan atau pengalihan harta yang bersangkutan, maka terhadap harga perolehan atau nilai perolehannya dilakukan penyesuaian sehubungan dengan tingkat perkembangan harga umum/tingkat inflasi selama masa pemilikan harta tersebut dengan suatu faktor penyesuaian.

PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

Cukup jelas

Pasal 2

Ayat (1) huruf a

Contoh :
Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama A dalam Tahun 1993 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 15.000.000,00. Dalam Tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 20.000.000,00. Tanah tersebut tidak dipergunakan dalam perusahaan atau pekerjaan bebas.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 20.000.000,00
Nilai perolehan pada saat dijual
1,097 x Rp. 15.000.000,00
Rp. 16.455.000,00
Penghasilan Rp.   3.545.000,00

Ayat (1) huruf b :

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama B dalam tahun 1992 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 20.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 30.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 30.000.000,00
Nilai perolehan pada saat dijual
1,151 x Rp. 20.000.000,00
Rp. 23.020.000,00
Penghasilan Rp.   6.980.000,00

Ayat (1) huruf c :

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama C dalam tahun 1991 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 30.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 40.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 40.000.000,00
Nilai perolehan pada saat dijual
1,261 x Rp. 30.000.000,00
Rp. 37.830.000,00
Penghasilan Rp. 2.170.000,00

Ayat (1) huruf d :

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama D dalam tahun 1990 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 10.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 40.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 40.000.000,00
Nilai perolehan pada saat dijual
1,381 x Rp. 10.000.000,00
Rp. 13.810.000,00
Penghasilan Rp. 26.190.000,00

Ayat (1) huruf e :

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama E dalam tahun 1989 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 20.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 40.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 40.000.000,00
Nilai perolehan pada saat dijual
1,464 x Rp. 20.000.000,00
Rp. 29.280.000,00
Penghasilan Rp. 10.720.000,00

Ayat (1) huruf f :

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama F dalam tahun 1988 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 30.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 60.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 60.000.000,00
Nilai perolehan pada saat dijual
1,551 x Rp. 30.000.000,00
Rp. 46.530.000,00
Penghasilan Rp. 13.470.000,00

Ayat (1) huruf g :

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama G dalam tahun 1987 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 40.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 70.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 70.000.000,00
Nilai perolehan pada saat dijual
1,655 x Rp. 40.000.000,00
Rp. 66.200.000,00
Penghasilan Rp.   3.800.000,00

Ayat (1) huruf h :

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama H dalam tahun 1986 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 10.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 80.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 80.000.000,00
Nilai perolehan pada saat dijual
1,771 x Rp. 10.000.000,00
Rp. 17.710.000,00
Penghasilan Rp. 62.290.000,00

Ayat (1) huruf i :

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama I dalam tahun 1985 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 10.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 80.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 80.000.000,00
Nilai perolehan pada saat dijual
1,828 x Rp. 10.000.000,00
Rp. 18.280.000,00
Penghasilan Rp. 61.720.000,00

Ayat (1) huruf j :

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama J dalam tahun 1975 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 10.000.000,00. Dalam tahun 1983 di atas tanah tersebut dibangun rumah dengan biaya Rp. 30.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah berikut rumahnya tersebut dijual dengan harga Rp. 120.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Harga penjualan Rp. 120.000.000,00
Nilai perolehan pada tahun 1984
2,75 x Rp. 10.000.000,00 = Rp. 27.500.000,00
1,05 x Rp. 30.000.000,00 = Rp. 31.500.000,00
Rp.  59.000.000,00
Nilai perolehan pada tahun 1994
1,887 x Rp. 59.000.000,00 Rp.111.333.000,00
Penghasilan Rp.    8.667.000,00

Pasal 3

Contoh :

Wajib Pajak dalam negeri orang pribadi bernama K dalam tahun 1970 membeli sebidang tanah dengan harga Rp. 10.000.000,00. Dalam SPT PKk 1983 harta berupa tanah tersebut per 1 Januari 1983 dinilai sebesar Rp. 80.000.000,00. Dalam tahun 1994 tanah tersebut dijual dengan harga Rp. 170.000.000,00.

Penghitungan penghasilan dari penjualan tanah tersebut adalah sebagai berikut :

Nilai perolehan 1984 :
6,37 x Rp. 10.000.000,00 Rp. 63.700.000,00
(Faktor penyesuaian tahun 1984 terhadap tahun 1970 = 6,37)
Nilai perolehan tahun 1983 :
1,00/1,05 x Rp. 63.700.000,00 Rp. 60.666.000,00 (Faktor penyesuaian tahun 1984 terhadap tahun 1983 = 1,05)
Nilai tanah tersebut tahun 1983 menurut SPT PKk 1983 = Rp. 80.000.000,00. Karena nilai menurut SPT PKk lebih tinggi dari nilai perolehan yang dihitung berdasarkan faktor penyesuaian, maka nilai harta menurut SPT PKk 1983 tersebut merupakan dasar untuk menghitung nilai perolehan dalam tahun 1994, sehingga perhitungan nilai perolehan 1994 adalah sebagai berikut :
Nilai perolehan 1984 :
1,05 x Rp. 80.000.000,00 Rp. 84.000.000,00
(Faktor penyesuaian tahun 1984 terhadap tahun 1983 = 1,05)
Nilai perolehan pada saat penjualan :
1,887 x Rp. 84.000.000,00 Rp. 158.508.000,00
(Faktor penyesuaian tahun 1994 terhadap tahun 1984 = 1,887)
Harga penjualan Rp. 170.000.000,00
Penghasilan Rp. 11.492.000,00

Pasal 4

Cukup jelas.

 

http://www.peraturanpajak.com
info@peraturanpajak.com
WA : 0812 932 70074

Iklan


Kategori:1994, keputusan menteri keuangan, PPh

Tag:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: